Rabu, 2 April 2008


Asal Usul ‘April Fool’ – Kisah Berdarah Umat Islam Sepanyol

Setiap kali menjelang tarikh 1 April, ramai diantara kita begitu terpengaruh dengan budaya ‘pandang ke barat’, dan mereka menjadi begitu meriah dan humor sekali. Otak masing-masing penuh dengan rancangan dan mencari mangsa-mangsa untuk dipermain-mainkan. Bahkan sewaktu sedang bekerja atau sedang makan pun kepala mereka mencari cara dan membuat rencangan ‘guruan’ ini.

Tiap tarikh 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu gurauan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tarikh 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’.

Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah penyeranagn tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan cara penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin semula dari sebagiann dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)

Yang penting mereka ingin puas melihat muka mangsa-mangsa gurauan April Mop mereka merah padam karana dipermain-mainkan. Bagaimanapun, tanpa mereka sadari, kadang gurauan-gurauan atau ‘practical jokes’ yang dilakukan dapat menjadikan perselisihan dan penyesalan yang berkepanjangan.

SEJARAH APRIL MOP
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berasal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berasal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya melihat sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dikuasai Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad , Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan perluasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah telah ditakluki. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan ‘toleransi’ kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat kawasan pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karana sikap para pemerentah Islam begitu baik dan rendah hati, maka ramai orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk muzik, bear, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal putus asa terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicuba tapi selalu tidak berhasil. Dihantar sejumlah perisik untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya perisik itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka menghantar alkohol dan rokok secara terus menerus ke dalam wilayah Spanyol. Muzik diperdengarkan untuk memikat kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari berbanding baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulamak palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan usaha ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh da dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan.

Tidak hanya pasukan Islam yang disembelih, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dilibas dengan pedang.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyaksikan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah.

Dengan lantang tentara Salib itu mengumumkan pengampunan, bahwa para Muslim Granada boleh keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kamu keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kamu jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya.

Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakar rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya boleh melihat ketika tentara Salib juga membakar kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak boleh berbuat apa-apa karana sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera menyerang dan melibas umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga awam yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dilibas oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat patut jika ada orang Islam yang terikut-ikut merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

Orang zalim tidak diberi petunjuk

Firman Allah s.w.t: Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) kerana Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan).

Ketika Ibrahim mengatakan: Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan. Orang itu berkata: Saya dapat menghidupkan dan mematikan. Ibrahim berkata: Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah dia dari barat, lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (al-Baqarah: 258)

Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMAD ALBAKRI

SYEIKH Sya’rawi berkata: “Sesungguhnya pengikut- pengikut Thaghut dan Thaghut dalam neraka jahanam. Semoga Allah memeliharakan kita dari azab-Nya. Allah menghendaki untuk menggambarkan pada kami sebagai gambaran realiti berkenaan dengan alam”.

Firman Allah: Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) kerana Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan).

Sayyid Qutub berkata: “Raja yang berdebat dengan Ibrahim mengenai Tuhannya itu bukanlah menolak kewujudan Allah s.w.t, akan tetapi ia hanya menolak Wahdaniah Allah dari segi Uluhiah dan Rububiah. Juga menolak pentadbiran dan pengurusan- Nya yang tunggal terhadap perjalanan alam buana ini”.

Samalah dengan setengah-setengah golongan sesat di zaman jahiliah yang mengiktirafkan kewujudan Allah, tetapi mereka mengadakan tuhan-tuhan tandingan bagi Allah dan kepada tuhan-tuhan inilah mereka hubungkan sesuatu aktiviti atau amalan di dalam hidup mereka.

Raja itu juga menolak bahawa hak hakimiah atau hak memerintah itu adalah milik Allah yang Maha Esa sahaja. Tiada undang-undang melainkan undang-undang Allah dalam segala urusan hidup di bumi dan di dalam perundangan masyarakat.

Raja yang menolak wahdaniah Allah yang degil itu berbuat demikian kerana sesuatu sebab yang sepatutnya dia beriman dan bersyukur. Sebab itu ialah Allah mengurniakan pemerintahan kepadanya dan meletakkan kuasa di tangannya. Sepatutnya dia bersyukur dan mengakui Wahdaniah Allah, tetapi kuasa telah membuat orang yang tidak menghargai nikmat Allah dan tidak memahami sumber pemberian itu menjadi manusia yang melampau dan angkuh.

Oleh sebab itulah mereka meletakkan kekufuran di tempat kesyukuran dan menjadi sesat dengan sebab yang seharusnya mereka boleh menjadi mukmin. Mereka dapat menjadi pemerintah kerana Allah mengangkat mereka menjadi pemerintah, tetapi Allah tidak membenarkan mereka memperhambakan orang ramai dengan memaksa mereka mengikut undung-undang yang dibuat oleh mereka, sedangkan mereka juga bersifat hamba seperti orang ramai.

Mereka seharusnya menerima undang-undang atau syariat Allah dan tidak membuat undang-undang sendiri selain syariat Allah, kerana mereka hanya khalifah atau wakil pemerintah bukannya pemerintah yang sebenar.

Sayyid Qutub berkata: “Apakah tidak engkau melihat? Itulah pertanyaan yang mengandungi maksud mengeji dan memburukkan. Bantahan dan kecaman itu tercetus dari susunan kalimat pertanyaan ini sendiri dan susunan maknanya. Perbuatan itu adalah satu perbuatan yang sungguh keji.

“Adalah tidak wajar bagi seseorang berdebat dan membantah dengan sebab nikmat dan kurnia. Adalah tidak wajar bagi seseorang hamba mendakwa mempunyai sesuatu kuasa dari ikhtisas Allah. Adalah tidak wajar bagi seseorang pemerintah memerintah manusia dengan hawa nafsunya tanpa mengambil undang-undang dari Allah”.

Firman Allah: Ketika Ibrahim mengatakan: Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan.

Al-Baghawi berkata: “Peristiwa ini berlaku mengikut sebahagian ulama selepas daripada Ibrahim dicampakkan ke dalam api.”

Sayyid Qutub berkata: “Kerja-kerja menghidup dan mematikan merupakan dua gejala yang berulang-ulang kali berlaku pada setiap saat dan sentiasa terdedah kepada perasaan dan akal manusia. Tetapi di dalam waktu yang sama kedua-duanya merupakan rahsia yang membingungkan mereka.

Hakikat mati

“Akal manusia terpaksa merujuk rahsia ini kepada sumber yang lain yang bukan bersifat manusia dan kepada urusan yang lain dari urusan para makhluk. Mereka pasti menunjukkan rahsia ini kepada Allah yang berkuasa mencipta dan memusnahkan untuk menghuraikan teka-teki yang melemahkan sekalian yang hidup”.

Kita tidak mengetahui sesuatu apa pun mengenai hakikat hidup dan hakikat mati sehingga ke saat ini, tetapi kita hanya memahami gejala-gejalanya sahaja pada yang hidup dan yang mati. Kita terpaksa menyerahkan sumber hidup dan mati ini kepada sesuatu kuasa yang bukan dari jenis kuasa-kuasa yang kita mengetahui seluruhnya, iaitu kuasa Allah.

Oleh sebab itulah Ibrahim a.s memperkenalkan Tuhannya (kepada raja itu) dengan sifat yang tidak ada pada sesiapa pun dan tidak boleh didakwa oleh sesiapapun apabila raja itu bertanya beliau: “Siapakah Tuhan yang menjadi sumber hukum dan undang-undang itu?” Ibrahim menjawab: “Tuhanku yang menghidup dan yang mematikan. Oleh kerana itu Dialah juga yang berhak memerintah dan mengatur undang-undang”.

Sebagai seorang Rasul yang dikurniakan kebolehan laduni sebagaimana telah kami terangkan di permulaan juzuk ini, tentulah Ibrahim a.s. tidak bermaksud dengan sifat menghidup dan mematikan itu ialah semata-mata untuk menyatakan kerja menghidup dan mematikan itu sahaja kerana kerja ini memanglah kerja Allah yang Maha Esa yang tiada siapapun dari makhluk-nya yang turut mengambil bahagian dalam kerja itu.

Namun raja yang berdebat dengan Ibrahim mengenai Tuhannya itu telah memandang dirinya mempunyai sifat tuhan kerana dia memerintah kaumnya dan berkuasa menghukumkan mereka hidup atau mati dan kerana itu dia berkata kepada Ibrahim: “Aku penghulu mereka dan akulah yang mentadbirkan segala urusan mereka dan kerana itu maka akulah tuhan yang engkau wajib patuhi segala perintah dan hukumnya”.

Firman Allah: Ibrahim berkata: Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah dia dari barat, lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Al-Nasafi berkata: “Ini bukanlah dengan melarikan hujah kepada hujah yang lain seperti sangkaan sebahagian kerana hujah pertama lazim yang sudah sempurna. Tetapi apabila musuh yang laknat enggan dengan hujah menghidupkan dengan cara membebaskan orang yang sepatutnya dibunuh, maka dialih hujah yang lain kerana kebodohan mereka”.

Al-Maghari berkata: “Allah tidak memberi hidayat kepada yang berpaling daripada menerimanya dan yang tidak melihat kepada dalil untuk menyampaikan kepada makrifat yang sebenar”.

Ibnu Jauzi berpendapat dengan makna ‘orang kafir’ dan kata Muqatil pula dengan makna ‘dia tidak diberi hidayat untuk berhujah. Yakni Namruz’.

Iktibar Ayat

* Kelebihan Nabi Allah Ibrahim sebagai Rasul Ulul Azmi.

* Berhujah diharuskan untuk menegakkan kebenaran dalam menyampaikan dakwah.

* Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Allah menghidupkan yang mati

SYEIKH Al-Maghari berkata: “Ayat ini merupakan perumpamaan yang lain bagi menunjukkan adanya hari kebangkitan. Di samping itu, ia juga menunjukkan kuasa Allah kepada orang yang beriman dengan mengeluarkan mereka daripada kegelapan kepada cahaya.

Diulangkan perbandingan untuk mengisbatkan hari bangkit dan tidak disebut kecuali satu perbandingan sahaja bagi mengisbatkan Rububiyah kerana yang mengingkari hari bangkit kebanyakannya yang mengingkari Uluhiyyah Tuhan.”

Firman Allah Taala: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati. Allah berfirman: Belum yakinkah kamu? Ibrahim menjawab: Aku telah menyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: (Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bahagian dari bahagian-bahagian itu, Kemudian panggillah mereka, nescaya mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (al-Baqarah: 260)

Firman Allah s.w.t.: Allah berfirman: Belum yakinkah kamu? Ibrahim menjawab: Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: (Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu.

Ibnu Jauzi berkata: “Sebab Ibrahim bertanya terdapat empat pandangan ulama:

Pertama: Kerana ia melihat bangkai yang telah dkoyakkan oleh binatang buas dan serangga. Lantas ditanya. Inilah pendapat Ibnu Abbas, al-Hasan, Qatadah, Ad-Dhohak, ‘Ata’ al-Kharasani, Ibnu Juraij dan Muqatil. Apakah yang mati itu? Ini mempunyai tiga pendapat:

* Seorang lelaki yang mati. Inilah pendapat Ibnu Abbas.

* Bangkai keldai seperti kata Ibnu Juraij dan Muqatil.

* Ikan yang mati. Inilah yang dinyatakan oleh Ibnu Zaid.

Kedua: Apabila Allah memberi berita gembira dengan melantiknya menjadi khalil lantas ditanya bagi mengetahui kebenaran berita itu. Inilah yang dinyatakan oleh As-Suddi daripada Ibnu Mas‘ud dan Ibnu Abbas.

Ketiga: Bahawa beliau bertanya demikian itu untuk menghilangkan segala rintangan was-was seperti pendapat ‘Ata’ bin Abi Rabah.

Keempat: Apabila Namruz membangkangnya berkenaan dengan menghidupkan yang mati lantas bertanya demikian itu untuk melihat apa yang Allah khabarkannya. Inilah pendapat Mahammad bin Ishak.

Sayyid Qutub berkata: “Yakni Allah menyuruh Ibrahim a.s. memilih empat ekor burung supaya beliau mendekati dan menjinakkan burung-burung itu kepadanya agar beliau dapat mengenal pasti sifat masing-masing tanpa tersalah, kemudian hendaklah beliau menyembelih burung-burung itu dan mencincang badannya setelah itu hendaklah beliau bahagikan cincangan-cincangan badan burung itu di atas bukit-bukau yang ada di sekelilingnya kemudian hendaklah beliau memanggil burung (yang mati dicincang) itu nescaya seluruh bahagian badannya yang dicincang itu akan berkumpul sekali lagi dan akan hidup kembali dan akan pulang kepadanya dengan segera. Dan beginilah apa yang telah berlaku.

Kini Ibrahim telah melihat rahsia Ilahi berlaku di hadapan matanya, dan itulah rahsia yang berlaku pada setiap saat tetapi tidak dilihat oleh manusia kecuali kesan-kesannya sahaja setelah ia berlaku dengan sempurna. Itulah rahsia pengurniaan hayat, iaitu hayat yang datang pertama kali, sedangkan sebelum ini ia tidak wujud dan itulah hayat yang tercetus berkali-kali yang tidak terhingga pada setiap makhluk hidup yang baru.

Kini Ibrahim telah melihat rahsia itu berlaku di hadapan matanya. Beberapa ekor burung telah mati dan cincangan-cincangan tubuh badannya telah dibahagi-bahagikan di tempat-tempat yang jauh. Kemudian burung-burung yang dicincang itu sekali lagi hidup kembali dan pulang mendapatkan beliau.

Bagaimana? Inilah satu rahsia yang di luar kemampuan kejadian manusia memahaminya. Mereka mungkin melihat rahsia ini sebagaimana dilihat oleh Ibrahim dan mereka mungkin mempercayainya sebagaimana dipercayai oleh setiap mukmin, tetapi mereka tidak dapat memahami hakikat rahsia ini dan dapat mengetahui caranya, kerana rahsia ini adalah daripada urusan Ilahi, sedangkan manusia tidak mengetahui sesuatu daripada ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki oleh-Nya. Malah Allah tidak menghendaki manusia mengetahui rahsia ini kerana ia lebih besar daripada mereka, kerana tabiat rahsia ini berlainan daripada tabiat mereka dan kerana rahsia ini tidak diperlukan mereka di dalam pentadbiran mereka.

Rahsia ini adalah urusan khas Ilahi yang tidak mampu dijenguk oleh para makhluk dan andainya mereka menjenguk juga untuk melihatnya, maka tiada apa yang dapat dilihat mereka selain daripada tirai yang menutupi rahsia itu. Segala usaha mereka sia-sia sahaja. Itulah usaha orang-orang yang tidak mahu menyerahkan urusan ghaib yang tersembunyi itu kepada Allah yang mengetahui segala yang ghaib.

Firman Allah Taala: (Allah berfirman): Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bahagian dari bahagian-bahagian itu, Kemudian panggillah mereka, nescaya mereka datang kepadamu dengan segera.

Berkenaan dengan empat jenis burung terdapat tujuh pandangan:

Pertama: Burung merpati, ayam jantan, kurki (burung Jenjang) dan merak. Seperti riwayat Abdullah bin Hubairah daripada Ibnu Abbas.

Kedua: Burung merak, ayam jantan, ayam betina dan angsa. Inilah riwayat Ad-dhohak daripada Ibnu Abbas.

Ketiga: Empat ekor burung Sya‘nah. Inilah riwayat Abu Soleh daripada Ibnu Abbas.

Keempat: Burung merak, helang, gagak dan ayam jantan. Dinaqalkan daripada Ibnu Abbas juga.

Kelima: Ayam jantan, burung merak, gagak dan merpati. Inilah pendapat Ikrimah ,Mujahid, ‘Ata’, Ibnu Juraij dan Ibnu Zaid.

Keenam: Ayam jantan, gagak, itik dan burung merak. Inilah riwayat Laith daripada Mujahid.

Ketujuh: Ayam jantan, itik, gagak dan merpati. Inilah pendapat Muqatil.

Ibnu Kathir berkata: “Walaupun begitu lebih baik tidak ditentukan kerana kalau ia amat penting nescaya dinaskan oleh al-Quran berkenaan dengan binatang tersebut. Seterusnya disuruh untuk memotongnya dan mencincangnya.” Inilah pendapat Ibnu Abbas, Ikrimah, Sa‘id bin Jubair, Abu al-Aswad al-Duali dan lain-lain.

Firman Allah Taala: dan Ketahuilah bahawa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Iaitu Allah bersifat Maha Perkasa tiada bandingan dan tandingan serta tiada sesiapa pun yang dapat menegahnya dan Maha bijaksana dalam perbuatan, perkataan, syariat dan kudratnya.

Di bawah ini merupakan artikel diambil dari Utusan Online hari ini:

KUALA LUMPUR 1 April – Sedar atau tidak, tetapi Malaysia adalah antara negara yang memiliki pengendali laman blog yang tertinggi di dunia selepas Kesatuan Eropah dan Indonesia.

Malaysia dianggar memiliki hampir 500,000 blog yang aktif dikendalikan oleh pelbagai pihak atas tujuan berlainan.

Pensyarah Jabatan Media Universiti Malaya, Dr. Abu Hassan Hasbullah berkata, ini menjadikan penggunaan blog sebagai sangat berkuasa dalam mempengaruhi pemikiran rakyat negara ini terutama mengenai politik.

Katanya, blog kini mempunyai jangkauan penyebaran maklumat sangat berkesan memandangkan jumlah pengguna Internet yang melayari web dan blog adalah sangat ramai setiap hari.

“Kajian pihak kami mendapati 70 peratus keputusan Pilihan Raya Umum Ke-12 yang lalu dipengaruhi oleh maklumat yang dipaparkan dalam blog,” katanya.

Beliau berkata demikian kepada pemberita selepas menyampaikan ucapan pada forum bertajuk Masyarakat dan Media Dalam Pilihan Raya 2008 di sini hari ini.

Forum turut disertai Pengerusi Lembaga Pengelola Dewan Bahasa dan Pustaka, Datuk Johan Jaafar.

Terdahulu dalam ucapannya, Dr. Abu Hassan berkata, kerajaan mengambil pendirian tidak mempedulikan maklumat dalam blog sebelum pilihan raya tetapi pembangkang bertindak sebaliknya.

Beliau berkata, pemimpin kerajaan kini juga boleh menggunakan blog untuk berkempen tetapi mereka perlu ingat bahawa masa sehingga 10 tahun diperlukan bagi membolehkan sesuatu blog itu mula dikenali ramai.

Johan pula berkata, sesetengah blog begitu berpengaruh apabila menerima sehingga sejuta kunjungan dalam satu hari yang normal.

“Kalau pada hari-hari yang ada isu yang panas, jumlah kunjungan boleh mencecah antara tiga dan empat juta,” katanya.